3 Alasan Mengapa Kita Menghafal Al Quran

Oleh: Slamet Setiawan

1. Karena menghafal Al Quran adalah tujuan hidup

Kalimat di atas pasti tidak diingkari oleh setiap Muslim, akan tetapi sedikit sekali yang benar-benar melaksanakannya. Banyak di antara kita mencari pembenaran untuk tidak menghafalkan Al Quran. Kita sering mengkambing hitamkan kesibukan dan tidak adanya waktu. Sebagian kita juga ada yang menyalahkan kedua orang tua yang tidak mengajari kita Al Quran sejak kecil, usia yang sudah tua, sistem sekolah yang tidak mendukung, serta alasan-alasan klasik lainnya.

Ketahuilah bahwa bisikan-bisikan dan persepsi negatif tersebut berasal dari setan, mereka menghendaki kita supaya jauh dari Al Quran. Setan ingin kita tidak mendapatkan kemuliaan-kemuliaan dari Allah SWT. Mari kita tanyakan diri kita masing-masing dengan penuh kejujuran, sebenarnya apakah kesibukan dunia ini lebih penting dari tujuan mulia menghafalkan Al Quran?

Ketahuilah bahwa menghafal Al Quran hanya membutuhkan waktu yang sangat sedikit tiap harinya? Jika kita mampu menyediakan waktu 1-3 jam saja dalam 24 jam maka insya Allah menghafal Al Quran adalah hal yang mudah dilakukan. Masih tersisa 21-23 jam untuk mengerjakan yang lain. Intinya bukan kuantitas waktu yang dibutuhkan, akan tetapi kualitas dari waktu itu sendiri serta konsistensi kita melaksanakannya, meskipun hanya sedikit. Oleh sebab itu dalam tulisan sebelumnya Penulis membahas bagaimana orang sibuk juga bisa hafal Al Quran [baca di www.slametsetiawa.com].

2. Setan ingin kita jauh dari Al Quran

Semoga Allah SWT melaknat setan yang telah berhasil membuat kita enggan menghafal Al Quran.
Semoga Allah SWT melaknat setan yang berhasil mengingatkan kita pada keluarga, istri, suami, pekerjaan, harta dan sebagainya ketika kita mulai menghafal Al Quran.
Semoga Allah SWT melaknat setan yang berhasil menjauhkan kita dari Al Quran.
Semoga Allah SWT melaknat setan yang berhasil membisiki kita untuk menganggap cukup hanya dengan membaca mushaf tanpa harus menghafalkannya.

Setan telah berhasil membuat sebagian umat Islam beralasan dengan hal-hal yang disebutkan di atas. Namun mengapa setan begitu semangat menjauhkan kita dari Al Quran? Karena menghafal Al Quran adalah tujuan hidup yang amat mulia, sampai-sampai Allah SWT menyebut para penghafal Al Quran sebagai keluarga-Nya dari golongan manusia.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT memiliki keluarga dari golongan manusia.” Para Sahabat bertanya: “Siapakah mereka wahai Rasulullah?” Beliau bersabda:

هُم أَهْلُ الْقُرْانِ أَهْلُ اللهِ وَخَاصَّتُهُ

“Ahlul Quran adalah keluarga Allah SWT dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ibnu Majah)

Kita wajib mengetahui mengapa setan selalu menyesatkan kita. Hal itu karena setan musuh pertaama manusia dan ingin menjerumuskan kita kedalam neraka.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ


“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, Maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ


“Setan menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,” (QS. Shad: 82)

Bagaimana cara setan merealisasikan tujuan di atas? Caranya hanya satu, yaitu, setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah: “Mereka itulah golongan setan. ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan setan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al Mujadilah: 19)

Setan menjadikan manusia lupa dari dzikrullah, termasuk salah satunya adalah menjauhkan diri kita dari Al Quran, karena sebaik-baik dzikir adalah membaca Al Quran.

Dari Abu Sa’id Al khudri ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Allah SWT berfirman: “Barang siapa disibukkan Al Qur’an dari mengingat-Ku dan memohon kepada-Ku, Aku berikan kepadanya sebaik-baik apa yang Aku berikan kepada orang yang meminta. Dan keutamaan Kalamullah atas seluruuh kalam (perkataan) sebagaimana keutamaan Allah SWT atas seluruh makhluk-Nya.” (HR. At Tirmidzi)

Jika demikian, maka terserah kita apakah akan menghafal Al Quran atau tetap menuruti bisikan-bisikan setan di atas.

3. Al Quran adalah prioritas utama

Syaikh Majdi Ubaid mengatakan dalam bukunya “9 Langkah Mudah Menghafal Al Quran” bahwa 90% keberhasilan menghafal Al Quran adalah ditentukan oleh faktor mental (spikologi), dan 10% ditentukan oleh keterampilan, ketekunan, dan manajemen.

Ada beberapa kaidah yang perlu kita renungkan:

a. Jika menghafal Al Quran tidak kita jadikan prioritas hidup, maka selamanya kita tidak akan hafal secara keseluruhan isi Al Quran.

b. jika Al Quran tidak menjadi poros hidup dan pusat amal kita, maka kita tidak akan mampu menghafal Al Quran selama-lamanya.

Sesungguhnya orang-orang yang sering beralasan dengan banyaknya pekerjaan dan tidak adanya waktu, sebenarnya mereka tidak jujur terhadap dirinya sendiri. Karena 83% kehidupan manusia dipenuhi dengan pekerjaan-pekerjaan sekunder. Misalnya manusia menghabiskan waktu di depan televisi atau santai dan sebagainya lebih dari 30 jam seminggu. Ini sama dengan 15 tahun yang dihabiskan dalam hidupnya untuk urusan sekunder.

Alangkah beruntungnya kita jika waktu yang begitu banyak di atas bisa digunakan untuk menghafal Al Quran. Bahkan jika sebagian saja digunakan menghafal pun sudah cukup, asalkan konsisten.

Selama ini kita bisa memprioritaskan urusan-urusan dunia walaupun dalam jangka waktu yang lama. Tentu seharusnya kita lebih bisa lagi memprioritaskan Al Quran. Tapi itu semua kembali kepada diri kita masing-masing. Wallahu a’lam.


loading...
loading...