Dahsyatnya Syahadatain

Oleh: Slamet Setiawan

Suatu hari Rasulullah SAW mengumpulkan pembesar Quraisy dari Bani Hasyim untuk mendakwahkan Islam. Setelah semua berkumpul, Rasulullah SAW kemudian bersabda, “Wahai saudara-saudara, maukah kalian aku beri satu kalimat yang dengan kalimat itu kalian akan dapat menguasai seluruh Jazirah Arab?” Abu Jahal yang ikut dalam pertemuan itu menjawab, “Jangankan satu kalimat, sepuluh kalimat pun akan aku terima!” Kemudian Rasulullah SAW melanjutkan, “Ucapkanlah laa ilaaha illa Allah muhammad rasulullah...”
 
Dari sepenggal kisah di atas tersirat makna dahsyatnya pengaruh kalimat syahadat bagi umat Islam. Syahadat mapu memberi kejayaan bagi suatu umat. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, kini umat Islam yang mengucapkan dua kalimat syahadat terpuruk pada kondisi sangat lemah.

Hal itu disebabkan karena umat Islam tidak mengerti apa pengaruh dari kalimat syahadat yang diucapkan, sehingga tidak berpengaruh terhadap kehidupannya. Berikut beberapa urgensi syahadatain:

1. Syahadat adalah pintu utama masuk ke dalam Islam

Syahadatain adalah pembeda antara mu’min dan kafir. Ia adalah kunci dari agama Islam sekaligus menjadi identitas seorang muslim. Tanpa syahadatain seseorang tidak akan diterima semua ibadah dan kebaikannya oleh Allah SWT. Sungguh sangat keliru anggapan bahwa semua orang yang berbuat baik akan masuk surga apapun agamanya. Pernyataan tersebut terbantahkan dengan logika yang sangat sederhana. Ketika seorang siswa menempuh ujian masuk universitas, ia harus lulus 4 mata pelajaran sesuai ketentuan yang ditentukam oleh pihak kampus. Jika dia hanya lulus 3 mata pelajaran saja, maka dia tidak akan lulus meskipun dengan nilai sempurna, karena peraturannya adalah lulus keempat mata pelajan tersebut. Begitu juga dengan Islam, salah satu syarat masuk surga adalah mengucapkan dua kalimat syahadat disamping rukun Islam, rukun iman, amal shalih dan ibadah lainnya. Jika salah satu dari syarat-syarat tersebut tidak dilaksanakan tentu wajar saja jika Allah tidak meluluskan kita ke dalam surga.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Furqan: 23

وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan[1], lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.”

[1]Yang dimaksud dengan amal mereka disini ialah amal-amal mereka yang baik-baik yang mereka kerjakan di dunia amal-amal itu tak dibalasi oleh Allah karena mereka tidak beriman.

2. Syahadat adalah intisari ajaran Islam

Di dalam dua kalimat syahadat ada tiga hal sangat penting yang harus dilakukan orang yang sudah mengucapkannya. Ketiga hal tersebut adalah:

Pertama, Ketika laa ilaaha illallah sudah terucap, artinya dia harus menerima dengan rela bahwa Allah SWT adalah satu-satunya Dzat yang diibadahi dan disembah. Ketaatan dan kepatuhan hanya tertuju kepada Allah SWT saja. Sementara manusia, apapun kedudukannya di masyarakat, semuanya sama dihadapan Allah SWT.

itulah yang membuat Abu Jahal enggan mengucapkannya, ia tau bahwa dengan mengucap dua kalimat syahadat ia tidak akan dihormati lagi dihadapan kaumnya. Jadi, ketika kita mengucapkan dua kalimat syahadat artinya kita siap menjadikan Allah SWT Dzat yang menjadi tujuan, bukan hanya ibadah mahdhah saja, namun semua yang diperintahkan Allah SWT kita lakukan dengan penuh ketundukan.

Kedua, ketika muhammad rasulullah sudah terucap, artinya seseorang telah menerima dengan rela bahwa nabi Muhamad adalah hamba Allah SWT yang diutus untuk menjadi teladan dalam segala hal, baik dalam pnghambaan kepada Allah SWT maupun dalam aktifitas sehari-hari. Jadi, jika jika ingin menjalankan apa yang ada dalam Al Quran maka lihatlah apa yang dicontohkan oleh rasulullah SAW.

Ketiga, orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, artinya siap tulus menghamba kepada Allah SWT, dan penghambaan kepada Allah SWT meliputi seluruh aspek kehidupan. Orang yang mengucapkan syahadatain adalah orang-orang yang kehidupannya berlandaskan Al Quran dan sunnah.

Dari ketiga poin di atas tampak jelas bahwa syahadatain merupakan inti ajaran Islam. Dengan pemahaman syahadatain yang benar, seorang muslim akan menjadikan Allah SWT debagai ghayah (tujuan), muhammad sebagai qudwah (tauladan), dan Al Quran sebagai dustur (pedoman hidup).

3. Syahadat adalah sistem perubahan (asasul inqilab)

Syahadat mampu merubah Umar bin Khatab, seorang yang pedangnya selalu terhunus, membuat semua orang Quraisy tak berani macam-macam kepdanya. Segala bentuk kemaksiatan pernah dicicipinya, dari membunuh, merampok hingga membunuh anaknya sendiri. Mamun ketika syahadat sudah terucap, Umar menjadi sosok yang tegas dan terdepan membela Islam. Hingga rasulullah SAW menjulukinya al faruq, sang pembeda antara yang haq dan yang bathil.

Itulah Islam, bagi orang yang bersyahadat dengan sungguh-sungguh, maka dia akan mengalami perubahan yang luar biasa dalam hidupnya. Syahadat mampu melerai perseteruan kaum Aus dan Khadraj yang terjadi bertahun-tahun. Syahadat yang dipahami dengan benar akan mampu memberikan efek perubahan yang luar biasa.

4. Syahadat adalah hakikat dakwah para rasul (haqiqatu da’watir rasul)

Tiap nabi dan rasul diutus oleh Allah SWT kepada umatnya semenjak nabi Adam as adalah membawa misi yang satu, yaitu menegakkan laa ilaaha illallah di muka bumi. Allah SWT berfirman:

إِنَّا أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ أَنْ أَنْذِرْ قَوْمَكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (١) قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي لَكُمْ نَذِيرٌ مُبِينٌ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih", Nuh berkata: "Hai kaumku, Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,” (QS. Nuh: 1-2)

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ

“Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya[2], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku Amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)." (QS. Hud: 61)

[2]Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.

5. Syahadat adalah keutamaan yang besar (fadhilah ‘adhimah)

Bayak ganjaran dan balasan yang akan diberikan Allah SWT kepada manusia yang sudah bersyahadat. Rasulullah pernah bersabda bahwa orang yang diakhir hidupnya mengucapkan la ilaaha illallah maka dijamin masuk surga. Di hadits lain beliau bersabda, "Dua perkara yang pasti." Seorang sahabat bertanya, "Apakah perkara itu ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun, dia tetap masuk surga" (HR. Ahmad)

Balasan Allah SWT tidak hanya diberikan kepada seseorang yang bersyahadat di akhirat saja, akan tetapi Allah WT pun memberi kemudahan jalan keluar dari permasalahan, rizki yang tidak disangka-sangka, dan jiwa raganya dilindungi oleh Islam.

Demikianlah dahsyatnya syahadatain bagi orang-orang yang mengikrarkan dengan kesadaran dan pemahaman. Sudah sepatutnya seorang muslim memahami makna dari kalimat kunci agama ini, agar Islam dapat benar-benar membuat kita menjadi manusia-manusia unggul dan umat yang berjaya.

wallahu a'lam.
slametsetiawan.com
loading...
loading...