Seputar Lupa dalam Shalat

Oleh: Slamet Setiawan

1. Apa maksud dari sebuah keyakinan tidak dapat mengalahkan keraguan serta contohnya bagaimana dalam shalat?
2. Kapan harus sujud sahwi?
3. "Jika mampu untuk mendapati rukun tersebut lagi, maka wajib untuk melakukannya kembali. Hal ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Dan jika tidak mampu mendapatinya lagi, maka shalatnya batal menurut ulama-ulama Hanafiyah. Sedangkan jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat bahwa raka’at yang ketinggalan rukun tadi menjadi hilang". Maksudnya bagaimana?

1. Syafii, Maliki dan Hambali mengatakan apabila seseorang merasa ragu-ragu dalam jumlah rakaat yang dikerjakannya, ia tidak tau sudah berapa rakaat yang dikerjakan, maka hendaknya ia memutuskan atas dasar yang lebih meyakinkan, yaitu yang jumlahnya paling sedikit. Misalnya ia ragu sudah 3 rakaat atau 4 rakaat, maka yang dipilih adalah 3 rakaat. Kemudian menyelesaikan shalat dengan sisa rakaat yang belum dikerjakan. Inilah yang dimaksud dengan sebuah keyakinan tidak dapat mengalahkan keraguan dalam shalat.

2. Para ulama dari seluruh madzhab sepakat bahwa orang yang meninggalkan salah satu rukun shalat yang 13 (Ada yang mengatakan 18) dengan sengaja maka shalatnya batal. Dan jika ia meninggalkannya karena lupa, ia harus menggantikannya dengan sujud sahwi. Begitu juga ketika ia melebihkan rukun, misalnya shalat zhuhur 5 rakaat atau ia ragu-ragu berapa jumlah rakaatnya, maka ia juga harus sujud sahwi.

3. Jika seseorang ingat bahwa ia telah lupa melakukan salah satu rukun atau kewajiban shalat sebelum ia memulai membaca Al Fatihah pada rakaat berikutnya maka ia harus mengulang apa yang ia lupakan tersebut dan kemudian melakukan sujud sahwi. Tetapi ia tidak ingat hingga ia selesai membaca Al Fatihah pada rakaat berikutnya, maka rakaat ini menggantikan rakaat sebelumnya yang lupa rukun tadi, artinyya rakast tersebut gugur. Kemudian ia wajib sujud sahwi.

Sebagai contoh, seseorang lupa tidak ruku pada rakaat pertama dan setelah sujud baru ingat. Dalam kasus ini ia harus ruku kemudian mengulang sujud. Tetapi jika ia baru ingat sesudah masuk ke rakaat kedua dan sudah membaca Al Fatihah maka rakaat pertama tadi dianggap gugur, dan rakaat kedua menjadi rakaat pertama.

Wallahu a'lam.
loading...
loading...