Nekat dan Takut


By: slametsetiawan.com

Beberapa hari yang lalu sekolah kami (SMPIT Baitul Muslim) mendapat giliran visitasi akreditasi sekolah. Maka satu bulan sebelumnya mulai tercipta suasana yang agak menakutkan, membayangkanproses akreditasi yang dalam bayangan kami sangat menegangkan. Maka dalam persiapan tersebut diselimuti rasa gugup yang luar biasa, bahkan mungkin ada yang sampai stres memikirkannya.

Namun setelah hari H itu tiba dan proses visitasi dimulai, suasana berubah drastis. Yang tadinya menyeramkan kini menjadi menyenangkan. Ternyata visitasi adalah sarana belajar, bukan penghakiman atas kekurangan-kekurangan sekolah kami. Kedua assesor hadir sebagai mentor, memberi banyak ilmu tentang tata kelola sekolah. Sehingga kami yang awalnya tidak mengerti jadi mengerti. Kehangatan antara assesor dan dewan guru sangat terasa.

***

Seringkali ketakutan menggelayuti manusia sebelum menghadapi sesuatu. Padahal kita sendiri belum tau dan belum merasakan kejadian tersebut. Namun opini negatif berupa perasaan takut seandainya nanti begini dan begitu sudah kita ciptakan sendiri. Disinilah kadang butuh kenekatan untuk melawan opini tadi. Kalau tidak ada kenekatan dalam menghadapi akreditasi yang hanya diberi waktu satu bulan, pasti kepala sekolah sudah menyatakan mundur. Begitupun dalam mengarungi rumah tangga, jika kenekatan tidak ada, mungkin kita semua masih bujang. Karena dalam pernikahan sejatinya madunya hanya sebulan (makanya disebut bulan madu), selanjutnya adalah tantangan.

Saya ingat ketika menikah 6 tahun lalu penghasilan hanya 530 ribu sebulan. Tanpa ada kenekatan dan menunggu ekonomi mapan mungkin sampai saat ini masih membujang, karena faktanya manusia selalu merasa kurang dan belum merasa cukup walaupun mungkin pendapatannya sudah jauh meningkat.

Seorang balita mampu berjalan dengan kakinya karena secara sunnatullah punya kenekatan. Meskipun jatuh dia pasti mencoba kembali. Jadi mari kelola kenekatan dalam porsi yang tepat. Kenekatan yang diiringi dengan perhitungan, dan pastinya disalurkan untuk melakukan hal yang baik. Karena kunci sukses menjadi penjahat yang hebat adalah penjahat yang punya tingkat kenekatan yang tinggi.

Ada tiga jenis kenekatan yang dimiliki manusia, pertama kenekatan karena terpaksa. Biasanya kenekatan seperti ini muncul karena desakan situasi, bisa dalam hal positif maupun negatif.

Yang kedua adalah kenekatan dengan persiapan. Orang-orang seperti ini memiliki persiapan yang cukup untuk melakukan rencananya. Type ini peluang keberhasilannya lebih tinggi daripada type pertama (menurut saya).

Dan ketiga adalah kenekatan karena kebodohan. Ini sangat membahayakan pelakunya sendiri dan orang lain. Karena dia bertindak tanpa perhitungan, ilmu dan persiapan. Semoga Allah swt senantiasa menjaga kita selalu dalam bibingannya. Wallahu a'lam.
loading...
loading...