PayTren Adalah Bisnis untuk Orang Sibuk


By: Slamet Stiawan | www.ayobuka.id

Alhamdulillah malam ini ID ketiga saya memperoleh peringkat star leader. Kurang lebih satu tahun ini saya ikutan PayTren, bisa dibilang cepet bisa juga termasuk lambat perkembangannya. Tergantung dari mana dan siapa yang menilai. Bagi kawan-kawan yang all out di bisnis PayTren mungkin prestasi saya lambat. Tapi disini saya ingin membahas dari sisi lain, yang selama ini justru diabaikan para leader atau sponsornya. Ya, mereka yang bergabung dengan PayTren namun setelah itu menghilang.

Setelah saya amati, orang-orang yang menghilang sebagian besar dari mereka adalah orang-orang yang terlalu sibuk dengan dunianya, sehingga mereka menganggap tidak punya waktu untuk ikut memasarkan PayTren seperti kawan-kawan yang lain. Disini saya ingin katakan kepada mereka bahwa PayTren ini sangat fleksibel. Bisnis yang tidak membutuhkan waktu, bisnis yang tidak akan memotong rutinitas anda sehari-hari. Kenapa begitu? Saya sudah membuktikannya, hanya bermodal facebook dan WhatsApp sudah cukup untuk kita, orang-orang yang merasa tidak punya waktu untuk home sharing, tebar brosur dll. Caranya simpel, cukup selipkan materi promosi PayTren di status-status facebook kita dan mencantumkan nomor WhatsApp. Hanya itu. Mungkin nanti tidak akan langsung direspon oleh netizen, tapi its ok. Promosi itu ibarat nanam benih, hasilnya tidak langsung terlihat. Tapi nanti jika sudah tiba waktunya kita akan panen. Jadi biarkan teman-teman kita mengenal dulu siapa kita. Buat mereka ingat kita ketika ingat PayTren. Jika sudah begitu mereka akan datang sendiri mencari kita.

Para leader pun saya harap jangan abai terhadap orang-orang model di atas, karena jika orang-orang sibuk tersebut tetap kita dampingi, mereka akan bergerak juga, meskipun tidak seleluasa mitra yang all out. Sebetulnya saya sangat menyayangkan ketika saya diremove dari grup leader di korwil saya, tapi disisi lain saya juga tidak menyalahkan, karena tindakan admin sudah benar, bahwa leader harus aktif dan seterusnya demi menjaga semangat tim. Saya adalah leader yang tidak populer, yang kenal saya hanya binaan/jaringan saya. Bahkan mungkin komandan korwil tidak tau siapa saya, sebab dalam event-event yang sempat saya ikuti posisi saya sebagai peserta biasa.

Dengan aktifitas saya mengasuh santri-santri penghafal Qur’an di Griya Qur’an Baitul Muslim siang dan malam. Tidak bisa keluar meninggalkan mereka sembarangan, lantas tidak membuat saya kehilangan cara. Kuncinya adalah jaga semangat dengan cara mengambil ilmu dari grup-grup WhatsApp (contoh: Korwil, Pejuang PayTren, Sekolah PayTren, Belajar PayTren dll). Jika misal anda sibuk dan tidak sempat nimbrung dalam percakapan grup, tetaplah jadi pembaca yang baik. Dari grup-grup itulah energi positif mitra saling bertukar dan ilmu-ilmu tentang ke-PayTren-an akan anda dapatkan..

Mari para sibuker yang selama ini memilih diam dan menjadi pengguna saja, anda juga bisa menjalankan bisnis PayTren. Kuncinya dua saja; jaga semangat dan terus kenalkan PayTren dengan cara yang paling mungkin anda lakukan, sehingga personal branding anda sebagai pebisnis PayTren bisa dikenal banyak orang. Wallahu a’lam.

Ganjar Asri Kota Metro, 28/12/2017 | 9.54pm
loading...
loading...