Mitos-mitos Pada Bayi yang Keliru

Ada 3 hal yang sering saya komentari dari Ibu-ibu yang kontrol bawa bayinya untuk kunjungan pertama pasca lahiran:

1. "Kenapa bayinya pakai gurita*? Ibu, sekarang tahun 2017, bukan tahun 1977. Bayi jaman sekarang udah nggak pakai gurita lagi...."

Biasanya si Ibu senyum-senyum aja, trus lilitan kain yang rapat menyelubungi seluruh dada dan perut bayi itu dibuka, supaya saya bisa periksa bayinya. Ada juga ibu yang nyeletuk: disuruh sama ibu saya (baca: nenek si bayi). Atau: biar hangat, Dok, dan nggak kembung perutnya, atau semacamnya. Saya lagi-lagi harus meluruskan mitos "perut kembung" pada bayi.

2. "Bedaknya cemong amat, Bu."

Ini juga biasanya ditanggapi dengan senyum si Ibu. "Nggak usah pakai bedak ya, Bu. Apalagi sampai kebanyakan gini. Tebell benerr," lanjut saya sambil menunjukkan kepulan bedak di sekujur punggung, dada, dan perut bayi, sampai daerah lipat paha dan bokong. Biasanya ketahuan setelah guritanya dibuka. Kasihan bayinya, dalam hati saya. Udah dipakaikan gurita, pakai bedak tabur pula.
"Nanti bedaknya bisa masuk saluran napas," tambah saya.

Bahaya bedak tabur (talcum powder) sudah saya bahas di posting tahun lalu.

3. "Bayinya masih kuning ya, Bu. Tapi kuning yang masih wajar. Namanya kuning fisiologis. Insya Allah akan berkurang di usianya sampai 2 minggu," jelas saya.

"Jadi dijemur aja ya, Dok?" tanya si Ibu.

"Dijemur itu bisa menghilangkan kuning, Bu. Karena mengubah warna kuning menjadi hitam! Alias bayinya jadi item! Kan kasihan..." saya melanjutkan.

Ini biasanya si Ibu ketawa-ketawa, sama suaminya dan seluruh anggota keluarga yang menemani. Yang ngikut satu rombongan. Hehe.

"Jangan dijemur, Bu, nanti jadi gosong. Boleh dibawa ke luar rumah untuk dapat matahari pagi, tapi nggak usah ditelanjangi bayinya, trus dibolak-balik. Emangnya ikan asin. Hehee," saya jelaskan sambil becanda dikit.

Tentang menjemur bayi yang sempat "kontroversial" di wall saya, silakan cari sendiri status lama saya ya.

Itu 3 "syair lagu" yang sering saya ulang-ulang. Ibu-ibu yang pernah ketemu saya di Poli mungkin masih ingat. Belum lagi ocehan tambahan saya seperti: "apaan ni, Bu? pake peniti sama kayu ditusukkan di baju bayi?" Belum lagi yang pake gunting. Sereemm. Takut ketusuk ke bayinya. Katanya namanya bangle. Saya musti kasih ceramah dikit bahwa muslim tidak boleh pakai jimat semacamnya (ini pernah saya posting juga beberapa tahun lalu).

Dan "atraksi" andalan saya di tiap kontrol pertama adalah menggendong si bayi seperti di foto. Si ibu dan yang menemani biasanya takut saya akan menjatuhkan bayinya. Hehe, tenang aja. Cara memeriksa seperti itu memudahkan saya melihat sampai ke punggung bayi.

(Keterangan foto: anak pertama saya yang digendong oleh dokter obgyn kami, beberapa tahun lalu. Saya belajar menggendong bayi dengan gaya keren ini dari beliau :-))

*gurita: kain yang dililitkan dI sekujur tubuh bayi, biasanya berwarna putih, mungkin maksudnya seperti korset untuk ibu pasca melahirkan ya?


loading...
loading...